Sabtu, 01 Juli 2017

Enise 's Diary 2

Enise 's Diary
Two; I'm In Love With Someone Inside My Delusion. Casper?

P.s: The Diary is based on true story
Language: Bahasa Indonesia

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Sabtu, 1 Juli 2017
(Saturday, 1 July 2017)

I don't care about what people think about my blog. My post of Enise 's diary, which is mine. Just so you know... It's kind of realief when you can let out the things inside your mind and put it all into the words and let the people to know it.

I'm in love right now, really?

Sejauh yang kutahu, sudah sekitar satu atau dua tahun aku tak pernah jatuh cinta lagi. Apalagi setelah, ada seseorang yang pernah melekat dihatiku, (kami begitu dekat) dan aku merasakan hal berbeda setelah dia melakukan hal-hal yang tak pernah kurasakan sebelumnya. Okay, mari lewati kisah super mellow tersebut. Dan beralih pada kisah mellow lainnya yang lebih tolol.

As you can see at the title, i'm in love with someone inside my delusion, ditujukan pada seseorang yang terus berlalu-lalang dalam pikiranku, membuatku susah lupa, dan terus merindukannya. Berkhayal sejuta hal manis yang akan kulakukan bersamanya jika saja kami dipertemukan.

Seperti yang kutulis pada diary sebelumnya, si dia yang tidak kuketahui namanya, dan tidak bisa kuingat wajahnya. Kau tahu betapa merepotkannya hal itu, bukan?

Aku kembali mengingatnya, dan terus saja kepikiran. Aku rasa ini hanya sebatas pelampiasan rasa penasaran akan keberadaannya. Sehingga pikiranku jadi liar tak tentu arah. Membayangkan ini dan itu, hal-hal yang terbilang nampak terlalu delusional.

Kadang aku menyukainya. Saat berkhayal tentunya. Tapi kadang hal itu berubah menjadi sesuatu yang konyol dan tolol, tentu saja saat aku tersadar telah berkhayal terlalu jauh.

Oh Lord! This is so silly and super delusional.

Kadang aku suka berpikir. Kapan ini akan berakhir? Apakah saat aku punya kekasih nanti?

Hehe..

Tanpa sadar, aku akan menyengir lebar saat membicarakan soal "Saat aku punya kekasih".
Tapi saat aku punya kekasih nanti, orang yang hadir dalam khayalanku itu adalah si dia yang tak kuketahui wajahnya.

Jadi bagaimana caraku mendeskripsikan sosoknya dalam pikiranku?

Yakni;
Bertubuh tinggi, dengan bokong yang agak terlalu kebelakang, rambut penuh, wajah tampan, mata bulat, gigi kelinci, wangi blossom cherry.

Tentu saja aku tak sembarangan memilih ciri-cirinya.

Semuanya kupikirkan berdasarkan apa yang kuingat saat kami masih kecil dulu.

Aku ingat, saat dia datang kerumahku bersama papanya. Papanya dan papaku mengobrol, sedangkan kami berdua bermain diluar rumah.

Ia memakai kaos merah, dengan garis hitam dikedua lengannya, dan gambar kartun di bagian tengahnya. Ia memakai celana jeans pendek berwarna biru gelap. Aku mengendap-endap dibelakangnya, sedang dia tak menyadari keberadaanku. Dalam gerakkan cepat, aku memukul bokongnya keras-keras dan berlari saat dia berusaha mengejarku. Aku berteriak "ampun!" Saat aku mulai kelelahan dan ia tetap ngotot ingin membalasku. Aku duduk dengan wajah cengengesan, dan ia tertawa dengan ekspresi bagaikan monster yang menyadari kemenangan sudah di depan mata. Namun dia tak melakukannya. Ia tak membalasku. Kami sekonyong-konyong kembali kerumahku, menghampiri para papa kami. Ternyata saat itu, ia berencana pindah rumah, dan kalau tak salah, papanya mengajak aku dan papa untuk berkunjung.

Aku dan dia duduk bersampingan di kursi belakang. Lalu aku lupa, apa-apa saja yang aku bicarakan dengannya. Dan tidak ingat lagi, kejadian-kejadian setelah itu.

Boleh tidak, kuberi ia nama selagi aku tidak mengingat namanya?

Akan kuberi nama Casper.

Ituloh... hantu baik yang menggemaskan.
Kupikir, itu cocok sekali untuknya. Haha

Jadi, jika Casper (kurasa tak mungkin) membaca blog ku. Maka akan kuselipkan sesuatu seperti dibawah ini;

Dear, Casper

Kurasa memang kau tak mengingatku. Bahkan kalaupun kau mengingatku, maka tidak mungkin kau mengingatku sebanyak yang bisa aku ingat tentangmu.

Aku ingin kau tahu. Aku penasaran.
Aku sangat ingin mengetahui dimana keberadaanmu.

Aku pernah menanyakan nama papamu kepada papaku, karena mereka dulunya adalah mitra kerja. Hal itu kulakukan, mungkin jika aku tahu nama lengkapnya, aku bisa mencari namanya pada ranah pencarian di facebook. Namun nihil.

Papaku hanya memberi nama "Budi", yang menururku, sangat umum. Belum lagi, aku tak tahu bagaimana wajah papamu sekarang.

Saat itu aku berharap, jika aku menemukan akun sosmed papamu, maka aku akan menemukanmu juga. Tapi tidak. Karena tidak ada.

Aku sangat penasaran. Mati penasaran malahan.
Bagaimana kabarmu sekarang?
Tinggal dimana?
Bagaimana kehidupanmu selama ini?
Bekerja dimana?
Berkuliah dimana?
Dan lain sebagainya.

Aku sangat ingin bertemu. Karena kupikir, aku perlu bertemu denganmu.

Nanti akan kuceritakan kenapa aku sangat ingin bertemu denganmu.

Kau tahu?

Bahkan sekarang... aku masih mengharapkan sebuah keajaiban yang bisa mempertemukan kita.

Tapi, sejujurnya, aku tidak begitu percaya takhayul. Dan keajaiban, kurasa termasuk takhayul.

Karena, apapun itu, kurasa tak ada yang bisa membawaku untuk bertemu denganmu. Tak ada hal yang semacam itu. Karena, ini bukan cerita dalam novel. Tak ada keajaiban, tak ada kebetulan, dan jika aku memercayainya apalagi sampai berharap, kurasa hal itu hanya akan membuahkan keputusasaan dan luka batin

Dear, Casper

Aku berjanji.. kalau saja keajaiban itu nyata, kalau saja kebetulan dan keberuntungan berpihak kepadaku, dan kita memang benar-benar bisa bertemu

Aku akan menghapus postingan Enise 's Diary.

Karena apa? Karena akhirnya aku memukan hal yang selama ini hanya bisa kutuangkan dalam kata-kata.

Love,

The girl who had no faith but had one at the same time.

Kamis, 22 Juni 2017

Enise's Diary

Enise 's Diary
One; CLUELESS

P.s: The Diary is based on true story
Language: Bahasa Indonesia

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Kamis, 22 Juni 2017
(Thursday, 22 June 2017)

I writte this one, because i don't know how to forget the things i sould forget. How to not remember the things i sould not remember.

Clueless, begitulah kondisi yang kualami saat ini. Clueless.

Kau tahu apa yang paling kubenci dalam hidupku?
Ketika aku melupakan seseorang yang pernah mewarnai hari-hariku, melupakan bagaimana rupanya, siapa namanya, dimana ia tinggal sekarang. Dan tidak tahu bagaimana kabarnya sekarang. Apakah ia masih sehat, apakah ia sedang merintis karir, apakah ia semakin tampan, apakah ia hidup bahagia, atau apakah ia sudah.... tiada.

It sucks, right?

Dan aku sangat benci lagi dengan keadaanku sekarang yang tiba-tiba mengingat sosok itu, dan bertanya-tanya pada bayangan tanpa menemukan jawaban. Karena sesungguhnya aku tak tahu bagaimana cara memulainya, cara bagaimana menanyakan si 'dia' yang bahkan sudah kulupakan namanya. Clueless.

Jika kamu ingin tahu bagaimana detail luapan emosiku yang baru saja aku ungkapkan, maka akan ku tuturkan dengan (mudah-mudahan) baik dan benar.

Dahulu, saat aku masih berusia sekitar 8-9 tahunan, aku dipertemukan dengan sosok yang baru saja aku ceritakan.

Aku dan keluargaku mengunjungi rumahnya yang sederhana dan terlihat nyaman.

Dia membuka pintu dengan wajah polos. Aku tak dapat mengingat bagaimana rupanya, namun... aku hanya tahu bahwa 'anak' itu memiliki wajah tampan yang berseri-seri (tanpa tahu bagaimana bentuk wajahnya) yang aku tahu hanya, dia anak yang tampan. Pandangan kami bertemu saat itu, dan tak dapat kupungkiri, aku langsung terpana dengan sosoknya. Namun, kusembunyikan ekspresiku yang tersipu malu agar kedua orang tuaku tak menyadari bagaimana berbunga-bunganya aku saat itu.

Itu pertemuan pertama kami. Karena kedua orang tua kami berteman, maka dengan mudah kami menjadi akrab. Sehingga aku akan terus merengek agar dapat mengunjungi rumahnya, lagi dan lagi.

Aku ingat bahwa ia memiliki model rambut yang menggemaskan. Sehingga aku akan tersenyum lebar saat melihatnya berlari-lari, sedang rambutnya bergerak naik turun.
Aku ingat, betapa lucunya dia saat menunjukkan ketertarikkannya padaku. I mean, when a little girl and a little boy adore each other, i think it's super cute to see both of them become shy when they're  seeing each other.

Aku sering menggodanya, dan ia akan mengejarku, membalas perbuatanku. Dan begitu terus sampai kami kelelahan.

Kami sering bermain permainan komputer dirumahnya. Paling sering permainan horror. Waktu itu, ia akan menarik kursi dan menempatkannya di sebelah kursinya, sehingga kami berdua duduk berdekatan. Jika ada sesuatu yang mengagetkan, dan aku teriak ketakutan, ia akan menertawakanku. Tapi jika ia kaget, ia akan memelukku sambil tertawa.

Kami sangat dekat, bahkan sudah seperti saudara.

Orang-orang dewasa yang melihat tingkah kami, beberapanya menggodaku. Mengatakan bahwa ia adalah kekasihku, dan aku mengelak dengan semburat merah di pipiku.

Dulu, aku tak mengerti apa itu 'kekasih'. Bagaimana cara menjalinnya, dan bagaimana bisa orang-orang menganggap kami dengan istilah demikian. Aku tak mau tahu itu. Yang dulu aku pikirkan hanyalah, bagaimana aku bisa berada di dekatnya selama mungkin.

Namun, pertemuan kami terlalu singkat. Kami berhenti mengunjungi rumah masing-masing. Dan setelah itu, tiba-tiba ia pindah keluar kota. Ke kota dimana aku dilahirkan.
Kemudian kupikir, kami akan tetap mudah bertemu karena ia tinggal di kota kelahiranku yang sering aku kunjungi.

Hari libur telah tiba, dan aku mengunjunginya ke kota itu. Namun, ia tak ada dirumahnya. Tak kusangka setelah itu, kami tidaklah lagi bertemu. Hingga aku kini tinggal di kota yang sama, lulus SMA dan mungkin seterusnya. Hingga aku melupakan bagaimana rupanya, siapa namanya, dan dimana tempat tinggalnya.

Aku benar-benar melupakan semua tentangnya. Kecuali beberapa potong ingatan yang sangat mengesankanku.

Lalu.. sekarang ingatanku di usik lagi dengan kenangan itu. Sehingga membuatku gatal, ingin sekali mengetik namanya di kolom pencarian media sosial. Namun, apa boleh buat? Aku tak mengingat namanya. Tak satupun di keluargaku yang mengingat semua tentangnya.

Dan ingatan itu terus menghantuiku. Membuatku khawatir, resah, dan sedih.

Mungkin ia tak mengingatku, sebagaimana aku tak mengingatnya. Mungkin kami berpapasan di jalan sebagai orang asing, tanpa menyadari kenangan masing-masing.

Hal-hal seperti itu yang membuatku merasa kesal. Sangat kesal!
Bagaimana bisa aku melupakan satu-satunya teman yang tak pernah mengecewakanku? Dan bagaimana bisa aku merindukan seseorang yang sudah sangat asing dalam kehidupanku?

Seperti merindukan bayangan tanpa wajah dan identitas. So annoying and frustrating.

Aku tak tahu bagaimana caranya mengobati perasaanku ini. Aku tak tahu!

Sungguh! Sepertinya aku tak pandai dalam hal apapun. Bahkan dalam mengingat kawan kecil tampan yang menyenangkan!

Jika saja aku diberi kesempatan untuk mengulang masa lalu, jika saja dulu aku sedikit pintar dan cekatan, maka... akan ku catat namanya di dalam sebuah buku yang kemudian hari kutemukan di dalam tumpukan kardus, barang-barang bekasku. Jika saja terjadi hal yang seperti itu...

Jika saja... aku tidak se-clueless ini,

Mungkin aku akan tahu,

Bagaimana harus merindukan sosoknya dengan cara yang benar.

Love,

A fool little girl who suddenly missing you and feel loosing the most beautiful thing in her life ❤

Rabu, 26 Agustus 2015

Chord Guitar Brian McKnight - Marry Your Daughter

Tuning: Standard
Capo 1 (You don't have to play with a one but it sounds better

Intro: C G Am F G

   C                       G
Sir I'm a bit nervous about being here today,

Am                          F
Still not quite sure what I'm going to say.

C                         G                         Am     F
So bare with me please if I take up too much of your time.

C                   G
See in this box is a ring for your oldest,

Am                     F
She's my everything and all that I know is,

C                             G                        Am
It would be such a relief if I knew we were on the same side.

F                             G
'Cuz very soon I'm hoping that I,

Chorus:
                   C
Can marry your daughter,

                  G
And make her my wife.

              Am                      F                      C
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life,

                 G                               Am   F...
And give her the best of me till the day that I die.

F                   C                        G
I'm gonna marry your princess and make her my queen.

                    Am                             F
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen.

                C
I can't wait to smile,

                        G
When she walks down the aisle,

                 Am
On the arm of her father,

      F                      C
On the day that I marry your daughter.

C                                  G
She's been here every step since the day that we met.

              Am                                F
Scared to death to think of what would happen if she ever left.

  C                           G                    Am     F
So don't you ever worry about me ever treating her bad.

        C                          G
I've got most of the vows done so far.

                 Am                      F
So bring on the better or worst, and till death do us part

          C
There's no doubt in my mind

G                    Am
It's time I'm ready to start.

F                            G...
I swear to you with all of my heart,

Chorus:
                          C
I'm gonna marry your daughter,

                  G
And make her my wife.

              Am                      F                      C
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life,

                 G                               Am   F...
And give her the best of me till the day that I die.

F                   C                        G
I'm gonna marry your princess and make her my queen.

                    Am                             F
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen.

                C
I can't wait to smile,

                        G
When she walks down the aisle,

                 Am
On the arm of her father,

      F                      C
On the day that I marry your daughter.


                      G             Am                 F...
The first time I saw her I swear I knew that I'd say I do.

Chorus:
                         C
I'm gonna marry your daughter,

                  G
And make her my wife.

              Am                      F                      C
I want her to be the only girl that I love for the rest of my life,

                 G                               Am   F...
And give her the best of me till the day that I die.

F                   C                        G
I'm gonna marry your princess and make her my queen.

                    Am                             F
She'll be the most beautiful bride that I've ever seen.

                C
I can't wait to smile,

                        G
When she walks down the aisle,

                 Am
On the arm of her father,

      F                      C
On the day that I marry your daughter.


Outro: G Am F G C(strum once)

Senin, 24 Agustus 2015

What do you think about the JUDGES? "Orang yang suka Mengomentari orang lain"

Sering nggak sih denger orang yang ngomong "Jangan suka komentarin orang lain.." and blah blah blah?

Btw kalau menurut gue nih ya... Kita itu emang hidup di jaman dimana kita suka 'kepoin' hidup orang lain, percaya gak? "Gak, gue gak tuh!" Are you serious? Sometimes, you mad at someone and tanpa sadar lo bakal ngaco gajelas ngata-ngatain orang yang bikin lo mad saat itu? Lo bakal cerita ke bestfriend or your lovely kan masalah itu? Lo pasti bakal bilang macam-macam kayak, "dia tuh gak sadar kalo dia sendiri begitu" helloooowwwww.... Don't you judging people now?

Tau gak? Kalau sebenarnya kita itu di Judge berdasarkan apa yang kita lakukan. "Jangan judge orang dari luarnya" terus judge darimana dong? Dari dalem? Celana dalem aja kaga keliatan apalagi hati lo! :D

Lo gak bakal tau men, dari luar lo ngeliat dia lemah lembut, baik hati, rajin ibadah dan bla.. bla.. bla.. lo gak bakal tau kalau ternyata aslinya dia suka mutilasi orang lain kan? *etdah
"Jangan liat luarnya, liat hatinya!" Damn! Another bullshit ckck~

Darimana lo tau hatinya baik? "Dari sifatnya"
Terus lo pikir sifat itu bukan dari LUAR ya? -_- pffftttt, sini gue kasih telen batu akik :v

Ingat! Kita itu di judge berdasarkan apa yang kita lakukan, dudes! So, kalau lo pada gak mau di judge yang aneh-aneh, JANGAN TUNJUKKIN SIFAT JELEK LO.

"Gue mah tunjukkin sifat gue apa adanya, terserah orang mau suka atau nggak" So, kalau sifat 'apa adanya' itu ternyata adalah bad attitudes, jangan salahkan orang lain kalau lo di judge yang jelek-jelek juga.

Maksud gue ngomong gini karna gue rada eneg sama abg-abg yg doyan berantem perihal hal ini. Abg jaman sekarang tuh RATA-RATA akalnya pendek, and susah buat berfikir positif. Kalo gak cinta-cintaan ya komentarin orang lain :v
Be smart mulai dari sekarang, boys and girls! Terutama girls :D

Udah lah gue gamau panjang lebar lagi wkwk
Intinya sebelum kita judge orang lain, pikir 2 kali sebelum di cap 'tukang komen'
Kalo lo gak keberatan sama gelar itu, yaaaa... keep it up! Lo juga gak bakal mati kok haha!

Don't forget buat follow twitter (@qmranissauliya) and instagram (qamaranissa) gue.
Heh! Gue sempet-sempetin promote juga kali :v